Yang menyaksikan pertandingan Afrika Selatan vs Meksiko (FIFA World Cup 2010) pasti menyaksikan momen ini. Saat Meksiko mencetak gol dari permainan sepak pojok dan kemudian dianulir oleh wasit karena offside.
Gambar di atas adalah posisi pemain tepat sebelum pemain Meksiko menerima bola. Terlihat kiper Afsel (baju merah) maju menyongsong bola, meninggalkan hanya satu pemain belakang di tiang gawang, dan seorang pemain Meksiko. Pemain Meksiko itu kemudian mendapat sodoran bola dan mencetak gol. Wasit garis kemudian memutuskan bahwa pemain Meksiko itu berada di posisi offside dan menganulir gol tersebut.
Banyak orang yang kemudian berkomentar bahwa wasit garis membuat keputusan yang salah. Keputusan offside semestinya tidak diberikan karena ada pemain Afsel yang berada di tiang gawang.
Kita harus melihat kembali definisi offside menurut FIFA.
“A player is in an offside position if he is in his opponents’ half of the field and is nearer to his opponents’ goal line than both the ball and the next to last opponent.”(sumber)
Jelas sekali dari definisi di atas bahwa untuk dikatakan berada dalam posisi offside, seorang pemain berada lebih dekat ke garis gawang dibandingkan bola dan pemain lawan terakhir kedua. Posisi onside jika pemain berada di belakang minimal 2 pemain lawan dalam permainan.
Berdasarkan definisi, maka pemain Meksiko memang berada di posisi offside, karena dia lebih dekat dengan garis gawang dibanding bola dan hanya ada 1 pemain lawan yang ada di depannya.
Kebanyakan orang menganggap posisi offside kalau sudah tidak ada lagi defender, padahal kiper juga termasuk dalam permainan.
Bagaimana? Apa anda sekalian sudah mengerti kenapa wasit garis mengambil keputusan offside?

4 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.
oooo begitu toh
makasih infonya boz..ijin copast ya…
ohhhhh……,,,begitu yah..,,,,thanks untk infox….
Setutu…